BANGKALAN – Fakultas Vokasi Pelayaran (FVP) Universitas Hang Tuah (UHT) kembali menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk SMART COASTAL VILLAGE 4.0 yang digelar di Desa Tajungan, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Senin (27/7/2026).

Mengusung tema “SMART COASTAL VILLAGE 4.0: Transformasi Nelayan Pesisir Bangkalan Melalui Digitalisasi Operasi Kapal, Efisiensi Mesin, Perawatan dan Perbaikan Mesin Perahu Nelayan, serta Integrasi Logistik Maritim Berkelanjutan,” kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi Universitas Hang Tuah dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia masyarakat pesisir agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan transformasi digital di sektor kemaritiman.

Kegiatan diikuti dosen, taruna dan taruni Fakultas Vokasi Pelayaran, kelompok nelayan, perangkat Desa Tajungan, serta masyarakat setempat. Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan melalui diskusi yang aktif, demonstrasi praktik, hingga sesi tanya jawab.
Ketua Panitia Pengabdian kepada Masyarakat, Sugeng Marsudi, S.T., M.M., M.Mar.E., menjelaskan bahwa program SMART COASTAL VILLAGE 4.0 merupakan implementasi nyata peran perguruan tinggi dalam mentransfer ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi kepada masyarakat.
“Melalui program ini kami tidak hanya memberikan materi pelatihan, tetapi juga menghadirkan solusi yang aplikatif melalui pendampingan, praktik langsung, serta bantuan peralatan yang dapat dimanfaatkan oleh para nelayan dalam meningkatkan keselamatan dan produktivitas kerja mereka,” ujarnya.
Kepala Desa Tajungan, Kusumaningsih, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepedulian Universitas Hang Tuah terhadap masyarakat pesisir.
“Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut karena sangat membantu meningkatkan wawasan dan keterampilan nelayan, sekaligus membuka peluang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Tajungan,” katanya.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Vokasi Pelayaran Universitas Hang Tuah, Djamaludin Malik, S.E., M.AP., M.Mar., M.Tr.Opsla. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus memberikan manfaat nyata.
“Perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada proses pendidikan di ruang kelas. Ilmu pengetahuan harus hadir di tengah masyarakat untuk menjawab berbagai persoalan nyata. Sinergi antara kampus, pemerintah desa dan masyarakat menjadi fondasi dalam membangun desa pesisir yang tangguh, mandiri, aman dan berdaya saing melalui pemanfaatan teknologi maritim,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Hang Tuah, Laksamana Pertama TNI (Purn.) Dr. Toto Dwijaya Saputra, S.T., M.Si.(Han)., memberikan apresiasi atas inisiatif Fakultas Vokasi Pelayaran dalam menghadirkan program pengabdian yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, SMART COASTAL VILLAGE 4.0 merupakan contoh nyata bagaimana perguruan tinggi mampu menjalankan perannya sebagai agen perubahan melalui inovasi dan pemberdayaan masyarakat.
“Universitas Hang Tuah memiliki tanggung jawab moral untuk terus menghadirkan solusi bagi masyarakat maritim Indonesia. Program SMART COASTAL VILLAGE 4.0 tidak hanya meningkatkan kompetensi nelayan dalam aspek keselamatan, teknologi dan ekonomi, tetapi juga membangun budaya inovasi serta kemandirian masyarakat pesisir. Kami berharap program seperti ini terus berkembang menjadi model pemberdayaan pesisir yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia,” ungkap Dr. Toto Dwijaya Saputra.
Tiga Program Studi Hadirkan Solusi Praktis
Pada sesi inti, peserta memperoleh materi dari tiga program studi di Fakultas Vokasi Pelayaran.
Materi pertama disampaikan oleh Dr. Mudiyanto, S.AB., M.AB., M.Mar. dari Program Studi Teknologi Rekayasa Operasi Kapal dengan tema “Penggunaan Alat-Alat Keselamatan Bagi Nelayan.” Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan life jacket, life buoy, alat komunikasi darurat, alat pemadam api ringan (APAR) serta prosedur penanganan keadaan darurat di laut. Selain itu, para nelayan diajak membangun budaya keselamatan (safety culture) dalam setiap aktivitas pelayaran.
Materi kedua disampaikan oleh Sugeng Marsudi, S.T., M.M., M.Mar.E. dari Program Studi Teknologi Rekayasa Permesinan Kapal dengan tema “Dasar-Dasar Pengelasan Las Listrik untuk Perbaikan Konstruksi dan Peralatan Perahu Nelayan.”
Peserta dikenalkan pada teknik dasar pengelasan, pemilihan elektroda, prosedur keselamatan kerja, hingga penerapan pengelasan dalam perawatan konstruksi kapal. Materi kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi praktik pengelasan yang mendapat perhatian besar dari para nelayan karena dinilai sangat bermanfaat untuk mendukung perawatan mandiri perahu mereka.
Selanjutnya, Carlos Lazaro, S.Pd.I., M.Pd.I. dari Program Studi Manajemen Pelabuhan dan Logistik Maritim menyampaikan materi “Digital Marketing.” Materi tersebut membahas strategi pemasaran digital, pemanfaatan media sosial, marketplace, hingga penguatan identitas produk hasil perikanan agar memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar.
Serahkan Bantuan Keselamatan dan Peralatan Kerja
Sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan keselamatan dan produktivitas masyarakat pesisir, Fakultas Vokasi Pelayaran juga menyerahkan bantuan peralatan kepada Kelompok Nelayan Desa Tajungan.
Bantuan pertama berupa life jacket (jaket keselamatan) diserahkan secara simbolis oleh Kepala Program Studi Teknologi Rekayasa Operasi Kapal, Dr. Kuncowati, ANT-II., S.Tr., M.T., kepada Ketua Kelompok Nelayan Desa Tajungan, Riyadi. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran nelayan terhadap pentingnya keselamatan saat melaut sehingga mampu meminimalkan risiko kecelakaan di laut.
Selanjutnya, Kepala Program Studi Teknologi Rekayasa Permesinan Kapal, Mursidi, S.E., M.AP., M.Mar.E., M.Tr.Opsla., menyerahkan satu unit mesin las listrik portable berdaya 900 Watt kepada Ketua Kelompok Nelayan Desa Tajungan.
Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pelatihan pengelasan yang diberikan kepada peserta, sehingga keterampilan yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam melakukan perawatan dan perbaikan perahu secara mandiri. Kehadiran mesin las ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi biaya perawatan sekaligus memperpanjang usia operasional kapal nelayan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan taruna dan taruni Fakultas Vokasi Pelayaran sebagai pendamping peserta selama pelatihan, praktik, hingga sesi diskusi.
Melalui program SMART COASTAL VILLAGE 4.0, Fakultas Vokasi Pelayaran Universitas Hang Tuah berharap terjadi peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran masyarakat nelayan dalam aspek keselamatan pelayaran, perawatan kapal, pemanfaatan teknologi digital serta penguatan logistik maritim yang berkelanjutan.
Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa dan masyarakat mampu menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir sekaligus mendukung pembangunan sektor kemaritiman nasional menuju Indonesia yang lebih maju, produktif dan berdaya saing.